Showing posts with label Cerita Pendek. Show all posts
Showing posts with label Cerita Pendek. Show all posts

Wednesday, December 26, 2012

TRAGEDI GIGI TIRUAN EMAS

Posted by Devy Ratriana Amiati at 2:15 AM 0 comments

Pada suatu pagi nenek vivi merasa giginya begitu sakit. Vivi yang saat itu adalah mahasiswa semester 7 pendidikan dokter gigi menyarankan neneknya untuk pergi ke dokter gigi karena sakit karena lubang yang dalam di gigi nenek vivi sudah tidak dapat ditolong lagi bila hanya menggunakan pasta gigi anti plak ataupun pasta gigi anti karies. Pagi itu juga vivi mengantar neneknya ke klinik dokter gigi Syaiful, kebetulan kliniknya masih buka karena belum sampai pukul 07.00.

Dokter syaiful: Selamat pagi Ibu (sambil menyapa dengan ramah, dan menutup kedua tangannya tanpa berjabat tangan). Ada yang dapat saya bantu?

Vivi     : Begini dokter nenek saya ini sudah beberapa hari ini giginya terasa linu dan sakit, ketika saya lihat ternyata lubang di gigi nenek sudah sampai dentin giginya. Saya takut kalau lubangnya semakin dalam giginya patah dan tinggal akar.

Dokter syaiful: Oh.... (mengangguk-angguk). Kalau begitu mari bu saya periksa dahulu.

1,2,3,4,5,6 menit

Vivi: bagaimana dok baiknya? (tanya vivi serius)

Dokter syaiful: begini mbak vivi, ibu.. saya menawarkan dua pilihan. Pilihan pertama adalah gigi nenek mbak vivi yang masih tersisa ditumpat (ditambal), pilihan kedua membuat gigi tiruan. Tapi mohon maaf kalau tumpatan saya tidak berani pakai amalgam, meski amalgam tidak mudah korosi dan terabrasi namun di klinik, saya memakai resin komposit, semen ionomer kaca, porselen dan campuran logam emas.

Vivi: (mengangguk-angguk karena telah tau kelebihan dan kekurangan satu sama lain, dan alasan dokter tidak menggunakan amalgam). Nek (vivi menoleh pada neneknya)

Nenek: nenek ikut kamu saja, Vi. Kamu yang lebih tau. Yang penting gigi nenek ndak sakit lagi dan enak makan.

Vivi: Vivi sarankan nenek buat gigi tiruan saja, lebih kuat dan nantinya ndak bolak balik ke dokter lagi.

Nenek: dokter bisa buat gigi tiruan emas?

Vivi: emas??? (kaget)

Dokter syaiful: InshaAllah bisa ibu, ibu tertarik dengan gigi emas?

Nenek: kebetulan saya orang kaya dokter, dan saya sangat suka dengan emas. Saya ingin terlihat up to date di depan teman-teman arisan manula saya.

Dokter syaiful: boleh ibu.

Vivi: nenek serius mau pake gigi tiruan emas? Jelek nek warnanya.

Nenek: ndak apa jelek yang penting nenek suka. Kapan dok saya bisa dibuatkan gigi emasnya

Dokter syaiful: inshaAllah satu minggu lagi ibu dapat kembali kemari kita lakukan pengecekan pada gigi ibu. Kalau keadaannya memungkinkan untuk dibuatkan gigi tiruan nanti kita atur kapan jadinya dan diaplikasikan.

2 bulan kemudian.......

Nenek Vivi akhirnya dapat memakai gigi tiruannya. GTSL (Gigi Tiruan Sebagian Lepas) berjumlah 3 gigi yang akhirnya dipilih. Pemilihan tersebut beralasan bahwa gigi tersebut dapat disimpan kalau tidak dipakai dan juga dimanfaatkan untuk perhiasan. (***GUBRAK). Teman-teman arisan manula nenek vivi pun pada tertarik dan banyak bertanya tentang kenyamanan, dan harga gigi tiruan tersebut. Mereka tertarik, meski bila dilihat dari segi estetika kurang bagus karena warnanya yang berbeda dengan gigi, tapi ternyata itu menurut nenek-nenek ini gigi emas dapat menunjukkan stratanya di masyarakat.

Nenek Vivi terbilang cukup gaul, bila akhir pekan tiba sering mengajak cucu-cucunya pergi ke mall walau hanya sekedar belanja di supermarket atau mengantar cucu-cucunya bermain di time zone. Pada saat pulang mengajak cucu-cucunya jalan-jalan ke mall. Nenek vivi di hadang perampok yang membawa senjata tajam.

Perampok: Serahkan dompet dan barang berharga kalian! (sambil menyodorkan pisau tajam)

Nenek: saya sedang tidak bawa apa-apa pak perampok, ini hanya kebutuhan pokok

Perampok: halah,,, bohong. Sudah tua sok polos! Ayo mana barang berharga kalian?

Nenek memegang erat kedua cucunya yang membawa belanjaan. Meski perampok memaksa dan mengancam macam-macam nenek tetap berkelit.

Perampok: apa itu kuning-kuning di gigi mu?

Nenek: ini gigi tiruan emas saya.

Perampok menarik tangan nenek dan memaksa nenek melepaskan gigi tiruannya yang berjumlah 3. Dan akhirnya gigi tiruan itu terambil dan perampok pergi begitu saja tanpa melukai nenek dan cucu-cucunya. Dan nenek sangat merasa kehilangan, karena kehilangan perhiasan, kebanggan, dan juga menurunkan fungsi mastikasinya pada makanan.
Hahaha... hanya joke aja:D
Satu hal yang dapat ditarik pelajaran dari joke dia tas bahwa dalam memakai apapun barang yang kita miliki baik itu barang biasa atau kwalitas tinggi pun harus tetap tawadu’. Gunakan apapun barang yang kita miliki dengan menomor satukan fungsinya yang sesuai kebutuhan kita, bukan untuk wah.. wahan dan menghilangkan ketawadu’an. Toh itu semua hanya pinjaman Allah kapan saja bisa rusak bahkan hilang seperti gigi tiruan emas milik nenek.
Semoga bermanfaat..

Tuesday, January 3, 2012

Ku Ingin Menjadi Bunga Sakura

Posted by Devy Ratriana Amiati at 2:40 AM 0 comments


            Sakura, meski ku tak pernah melihatmu secara langsung apa lagi memetik mu, namun aku yakin apa yang ku lihat di tv dan internet sama seperti aslimu, yang indah, elegant, juga begitu cantik. Hayalan ku kali ini membawa ku ke Jepang, dimana disana aku sedang duduk di kursi sendiri di temani laptop cantik ku berwarna pink, di dekat telaga yang begitu indah, dan yang pasti ditemani indahnya warna mu yang begitu aku suka. Iyaaaa.. aku senang sekali warna pink, itu warna kesukaan ku sejak sekolah dasar. Semua yang berhubungan dengan ku pasti warnanya pink, mulai dari cat tembok, baju, aksesoris, kursi kamar, sampai tutup makanan pun warnanya juga pink.

            Sakura, aku punya cerita cinta di facebook. Cerita ku ini bukanlah cerita yang asing juga bukan cerita baru. Ini cerita ku 3 tahun yang lalu, sebelum ku berangan-angan bertemu denganmu. Aku mencintai seorang laki-laki di facebook. Awalnya aku hanya mengaguminya karena kepandaiannya dan kemampuannya dalam berdakwah sangat halus, pembawaan yang sabar, dan tlaten. 1,2,3 bulan berlalu aku hanya mengaguminya, selalu berdo’a agar dia selalu diberi kesehatan supaya dapat aku tanya terus.

            Entah apa gerangan, ternyata diam-diam dia menyukai ku, yang awalnya hanya ngobrol lewat pesan di facebook pun berubah menjadi smsan. Aku tak menyangka jika ini akhirnya terjadi, karena yang aku inginkan dari dia hanya ilmunya namun apa daya setan memperdayakan ku yang akhirnya mendorongku mencintainya. Kisah ini ku tulis dalam notes kecil yang biasanya aku gunakan untuk menghitung soal-soal Fisika karena berjalan cepat. Dia yang awalnya dingin berubah jadi hangat dan ntah mengapa kekaguman ku padanya karena dia yang selalu menjaga jarak dengan wanita, dan cuek tidak akan membalas pesan jika itu hanya basa-basi mendadak menghilang. Dan setan benar-benar menghasutku, melunakkan hati ku hingga aku yang awalnya juga menjaga jarak jadi tak berkutik dan alhasil mencintainya. Hingga percakapan hangat kami berlangsung sekitar 1 bulan.

            Suatu hari dia menelfon ku...

            “Kring... Kring...”

            “Assalamu’alaikum...”

            “Wa’alaikumsalam warrohmatullahi wabarrokatuh.. Ukhti Lina?”

            “Iya, maaf ini siapa?” tanya ku pura-pura tidak tahu karena gugup

            “Ini Ahmad.” Jawabnya dengan begitu lembut

            “Ustadz Ahmad? UIN Malang?”

            Terlintas dibenak ku, ternyata dia yang begitu dingin dalam kata-kata sungguh tak sedingin suaranya yang begitu lembut

            “Eh,, iya Ustadz maaf ada apa?” aku begitu gugub, karena itu kali pertama ku mendengar suaranya, ditambah pula dalam kondisi aku yang baru saja pulang dari sekolah masih mengenakan sragam abu-abu putih.

            “Ukhti sedang repot?”

            “Tidak ustadz, tapi ini baru pulang sekolah!”

            “Oh.. afwan, jika Ukhti berkenan saya ingin menelfon Ukhti ½ jam lagi”

            “Iya, ustadz. Insha Allah.”

            Ku lucuti bajuku, segera sholat dhuhur, dan lari menuju kamar menunggu telephone dari Ustadz Ahmad. Tidak lama kemudian

“Kring.. kring...”

“Assalamu’alaikum...”

“Wa’alaikumsalam warrohmatullahi wabarrokatuh. Bisa saya mulai Ukhti?”

“Inggeh Ustadz monggo..!”

            “Ukhti pernah mendengar hadits “Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim)?”

            “Insha Allah pernah Ustadz. Maaf Ukhti saya benar-benar minta maaf.”

“Minta maaf untuk apa Ustadz??”

“Sepertinya saya selama ini melakukan hal itu!” terdengar suaranya yang keruh, seperti menangis. Hmm.. mungkin memang menangis.”Setan membuat saya lupa, akan tujuan dakwah saya.”

            “Maaf Ustadz, apakah saya telah melakukan kesalahan??” dengan binggung
            “Ukhti, maaf setelah saya memahami lebih jauh ternyata setan membuat saya lupa lewat photo profile”

            Jedddddooooookkkkkkkkk............. tanpa dia bilang, aku tanggap bahwa dia terhasut oleh photo profile ku

            “Demi Allah Ukhti, saya merasa bersalah.”

            Ucapannya yang halus itu seketika menampar hati ku, dan membuat ku teringat dengan sebuah artikel yang intinya bahwa wanita adalah ujian terbesar untuk laki-laki yang bisa jadi menjadi sebab timbulnya fitnah bila tidak mampu menjaga pandangan, begitu halnya dengan wanita, karena kecerdikan setan dalam mengahsut. Cinta ku seketika gugur seperti mu wahai bunga sakura saat musim gugur menyapa mu.

            Hingga aku pun kembali tersadar, segera menuju cermin besar ku dan mengaca.

“Astagfirullahal’adzim...”

Mungkin raut wajah wanita menjadi fitnah dan lwat wajah pula setan menembakkan hasutan-hasutannya di mata laki-laki yang tidak hanya di facebook, YM, atau tweeter. Mungkin juga ini jawaban dari kerisihan ku selama ini karena laki-laki, pembawaan ku yang kalem, familiar, dan juga murah senyum membuat ku rawan sekali digoda. Aku sering kali dilanda kebinggungan dalam mengambil sikap bila berhubungan dengan kaum laki-laki dalam suatu organisasi, diskusi, bertegur sapa dijalan, dll.

            Sempat ku bertanya pada kakak ku

            “Kak, ada ndak larangan bertegur sapa dan senyum pada non mahram?”
            Kakak ku bilang,”Dalil dari mana, Dek? Ya ndak adalah, yang ada itu menundukkan atau menjaga pandangan. Senyum itu sodaqoh, dengan senyum akan mempererat silaturahmi!”

            Hmm.. Itu membuat ku lebih jaga jarak dengan laki-laki non mahram, wahai sakura. Niatan ku tak lebih hanya ingin berbagi kebahagiaaan dengan senyuman, hanya ingin mempererat silaturahmi dengan keakraban (familiar), dan hanya berusaha menjaga akhlak dengan kelembutan tutur kata..

            “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nur: 31)

            Dan ku berusaha sepertimu wahai Sakura, tetap indah tanpa ada yang merusakmu karena mereka yang ada disekitarmu selalu menjagamu.....

Sunday, January 1, 2012

Kembali Semangat

Posted by Devy Ratriana Amiati at 5:13 PM 0 comments




Pagi yang indah..
Hmm... pastinya, terlebih saat matahari masuk gorden, menembus kaca jendela dan saat membuka jendela kamar yang muncul dalam fikiran adalah kekaguman akan indahnya pagi yang asri tanpa polusi jauh jika dibanding dengan lingkungan kos meski sama-sama dekat sawah. Saat menatap langit dan melihat burung-burung yang sedang terbang, sesekali pula melihat laron yang terbang setelah kemarin seharian penuh diguyur hujan deras, juga melihat ayam milik bapak dari atas yang begitu senang berlarian,hehe. Bila menengok ke arah selatan, terlihat gunung tanggul, gunung kowor, dan gunung-gunung lain yang berbaris, berjajar menjadi benteng air samudra hindia agar aku, keluarga ku, dan orang-orang yang aku sayangi tetap terjaga dan terus mencari perbekalan yang cukup sebelum semua cerita bumi ini berakhir. Sube’hanallah. Semakin meyakinkan ku bahwa Allah Maha Lembut..

“Devy... tidur lagi?” suara Ibuk dari bawah

“Gak Buk, lagi belajar”

“Oh ya sudah, kalau udah selesai cepet turun dan nyapu!”

“Iya Buk..!” jawab ku

Terlihat teriak-teriak karena ibuk, bapak, dan adik-adik ku tinggal di bawah sedangkan ruangan atas hanya ada 1 kamar yang dibuat 13 tahun yang lalu khusus untuk ku yang memang senang sekali dengan alam.

Mbak, Filenya udah aku kirim
Tolong emailnya di check, kalau belum nanti sms ya

Sms dari Alfin sahabat ku. Dan ku pun membuka laptop, memasang modem, dan membuka email.

“Ting..” suara Yahoo messenger yang memberi isyarat ada beberapa pesan masuk
Ku buka inbox, dan ku lihat ternyata ada 13 pesan. Campur-campur ada notification facebook, respons aplication, pesan dari teman-teman, dll banyak banget. Cepat-cepat deh ku download, dan setelah selesai mengambil tugas, semua aku exit, laptop aku shut down. Dan turun untuk menyapu dari ruang tamu sampai dapur, dan tiba-tiba ada sms masuk lagi. Ku ambil hp yang sengaja aku taruh dalam almari buku, karena agak malas ngrespon beberapa pesan yang sering masuk dari orang yang mayoritas laki-laki yang tidak aku kenal.

Mbak, aku ingin curhat

“Rahma.. hmm.. ada apa lagi dengan dia?” tanya ku dalam hati

Iya, ada apa Ma? (aku)

Mbak, aku telephone aja ya. Kelamaan kalau sms (rahma)

Yups, okey deh ^_^ (aku)

Telephone pun berbunyi, kebetulan lagunya “Joget Berhibur by Siti Nurhalizah” lalu aku angkat.

“Hallo, Assalamu’alaikum..” sapa Rahma

“Wa’alaikumsalam warrohmatullahi wabarrokatuh”

“Mbak, nanti ya aku curhatnya ini di suruh mama beli sesuatu”

“Okey deh, hehe.. ntar sms ya!” jawab ku

“Iya, insha Allah.. Assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumsalam warrohmatullahi wabarrokatuh”

           Kadang ku memandang kehidupan ini begitu unique, ada hal-hal yang sepertinya sengaja diberitahukan pada ku sebelumnya sehingga rasanya tidak asing dengan sesuatu yang terjadi dan yang akan terjadi seperti halnya kisah pagi ini. Ntahlah aku sendiri juga tidak tahu, yang jelas yang masih aku syukuri sampai detik ini adalah kebahagiaan yang selalu menyelimuti hati ku.

Teringat saat kemarin, seharian penuh hujan deras namun tak menyurutkan semangat muda-mudi bahkan orang tua yang merayaakan Tahun Baru di pantai yang situasinya melebihi ramainya Hari Raya Idhul Fitri karena jalan amat macet, motor tak putusnya seperti tali mau nyebrang jalan aja sulitnya minta ampun. Aku yang seharian hanya tidur karena lelah yang menumpuk effect dari 2 malam begadang di acara Taruna Melati IPM dan subuh izin pulang duluan karena mau memantapkan materi buat ujian.

“Mas, izin pulang!”

“Kenapa pulang, hari ini masih ada penjelajahan!” kata Mas ketua PD IPM Tulungagung, Mas Candra

“Mau ujian, semua kwitansi udah aku kasihne mbak Fita!”

“Oh.. ya udah..”

“Assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumsalam warrohmatullahi wabarrokatuh” jawab mas candra

5 jam sejak jam 7.30 pagi aku tidur, bangun-bangun sudah jam 12.30 dan suara motor di jalan semakin ramai padahal hujan begitu deras.

“Devy... Udah sholat?” tanya ibuk dari luar pintu kamar

“Astagfirullah.. aku baru ingat bahwa sejak pagi aku tidur, rasanya udah sore. Belum Buk”

“Sholat.. keburu waktunya habis”

“Iya..” jawab ku

Setelah itu tak terasa jam 14.30

“Mbak Ngaji?” tanya Amalia adik ku yang sekarang kelas 3 di SD

“Iya, udah adzan to?” tanya ku

“Belum”

“Cepet mandi sana! Mau nebeng lagi kan? Cepet mandi!”

“Masih hujan”

“Apa hubungannya sama hujan hayo? Cepet mandi! Aku apa kamu dulu?” tanya ku

“Ya udah aku dulu” jawab adik ku

Akhirnya aku sendiri yang akhirnya berangkat, karena hujan masih sangat deras dan ternyata Madrasah Diniyah di Masjid libur. Ku gayuh sepedah mini jadul ku, yang dihadiahkan ortu saat aku kelas 4SD yang masih di rawat oleh bapak ku. Ku gayuh dengan pelan, sambil memegang payung menuju masjid.

“Alhamdulillah.. Belum Iqomat”
Cepatlah aku parkir dan sholat Ashar berjamaah.

Setelah ku nikmati Dzikir panjang, ternyata di shof laki-laki guru ngaji ku telah menunggu. Beliau adalah Ustadz. Samangun, S.ag guru ngaji SD ku, yang sempat break 5 tahun dan aku minta ngajar ngaji lagi semenjak aku naik kelas XII SMA. Beberapa bulan lalu beberapa teman ku di Remaja Masjid juga mengaji tapi sekarang tinggal aku yang mengaji pada beliau karena mereka repot kuliah dan sebagian lagi jadi Ustadah di Madrasah Diniyah. Ustadz. Samangun, S.ag telah pensiunan guru agama di SD dekat rumah ku. Beliau adalah rujukan permasalahan-permasalahan agama teman-teman seprofesinya saat masih jadi guru agama, juga orang-orang di desa ku salah satunya aku karena pembawaan beliau yang tenang, sederhana, lembut, hati-hati, dan tlaten serta keilmuan beliau yang selalu merujuk pada Al Quran dan Assunah dan sedikitpun tidak mencampur adukkan Aqidah dengan adat kejawen yang mendarah daging dilingkungan masyarakat. Beliau menginspirasi ku bahwa point penting dari kehidupan ini adalah Sabar, Iman, dan Takwa.

            Yang selalu beliau kataakan adalah

“Yang harus selalu kita ingat bahwa dunia ini adalah perjalanan, kita diberi kesempatan di sini agar mencari perbekalan untuk kehidupan yang lebih kekal. Bukan malah terseret pada kesenangan yang pada dasarnya singkat dan sementara ini” ulas beliau

Beberapa minggu lalu saat mendengar rintihan ku yang tak sehebat banyak wanita di luar sana, yang belajar di Pondok sejak kecil, kulah di Al Azhar, atau wanita-wanita yang sudah sejak bayi dibesarkan dalam lingkup agama yang kental misal anak Kyai. Mungkin ini rintihan yang muncul imbas dari facebook. Karena teman ku di facebook kebanyakan anak Pondok, dan juga anak yang kuliah menekuni agama.

“Hidup itu harus selalu disyukuri apa pun itu, Allah memberi Mbak Devy jalan hidup seperti ini bukan tanpa alasan. Kalau ilmu agamnya dikit kan jadinya terus ngaji. Dapat sedikit segera praktikkan, dapat sedikit dipraktikkan, supaya ndak lupa. Allah itu Maha Mengerti”

Dari situlah membuat ku semangat kembali hingga pagi ini, Semoga Allah Tetap Mengingatkan ku yang masih mencari-cari ilmu ini lewat orang-orang yang Dia beri amanah. amien..

Friday, December 30, 2011

Hadiah Istimewa di Awal 2012

Posted by Devy Ratriana Amiati at 9:02 PM 0 comments




            
        Tahun baru, hmm… dari tahun ke tahun tak ada yang berbeda juga tidak istimewa untuk Azizah. Mungkin karena dia tak begitu berantusias seperti teman-temannya yang lain dalam menanggapi datangnya pergantian tahun.

Reuni XH hari sabtu jam 7 d rumahe Riza (simpang lima, utara masjid)
Tolong konfirmasi…
Makasih..

All Fitmay ayok kita sambut pergantian tahun 2011 ke 2012 dengan acara BAKARAN
Yang akan diadakan di rumah Icca
Pada tgl 31 Des dan di mulai setelah MAGRIB
#Sebarkan yang lain
NB: ditunggu konfirrmasinya
Secepatnya!
Thx ^_^

Hy teman…
Malam minggu tggal 31/12/11 kan mlm tahun baru, jd di rmh aq ada acara.
Dtg yahh, acara kecil2an lahh cma acara bakar2, jam 8 mlm smpe slesai
Blh ajak pacar, adek, tmn2, zodara rme2 dtg ke rumah q yeacchh.
Ndag usah bawa  apa2.

            Sms-sms itu masuk di inbox Azizah seminggu yang lalu, belum lagi yang ucapan selamat tahun baru yang udah dicicil sejak kemarin. Tapi tak ada satupun rencana untuk menghadiri acara-acara itu. Baginya tahun baru tak ada istileh istimewa, jikalau teman-temannya selalu bilang

“Tahun baru so menjadi pribadi yang baru yang lebih baik”

Tapi bagi Azizah menjadi pribadi baru yang lebih baik tidak harus dikhususkan di tanggal 1 Januari pukul 00.00.

Saat pukul 00.00 tiba

“Tooooooooooottttttttttttttttt………. Toooooooooooooooottttttttttttt……….”

“Duar… duuuuuuuaaaaaarrrrrrrrrrrr……….. duar… duarr……”

“Doorrrrr….. dorr….. dor………….”

Yah itulah suara trompet, kembang api, dan mercon yang mengusik tidurnya di malam itu.

“Allah… apa-apaan ini” sambil membuka mata, dan menyibakkan selimut yang menghangatkan tubuhnya malam itu.

“Duar…. Dor… dor….”

“Tit..tit..tit” nada sms muncul dari hp nya. Azizah, masih setengah sadar meraba-raba kasurnya seraya mencari hp dan membuka inbox:

Happy New Year, semoga di tahun yang baru semua makin baik.

Surat keputusan No:01/01/2012
Tentang permohonan maaf, meninbang begitu banyak nya dosa yang pernah dibuat
Mengingat semua khilaf dan salah yang pernah terjadi selama ini
Happy New Year Sobat

Sobat, tahun baru kumis ku baru lo…
HAHAHA.. Happy New Year pokoknya

Ntah berapa puluh sms yang masuk di inbox hp nya, karena banyaknya sms Azizah langsung meng exit, dan bersiap tidur kembali.

“Lir.. ilir.. lir.. ilir.. tandure wong sumilir.. tak ijo royo-royo tak sambut kemanten anyar…..” Hp miliknya berbunyi lagi namun kali ini nada telepon yang berbunyi

“Allah… aku ngantuk” gerutunya sambil kembali mencari handphone yang dia lempar ke bawah dekat kakinya, dan dia pun akhirnya bangun dan duduk dengan wajah hancur karena baru tidur.

“Assalamu’alaikum…” sapanya

“Wa’alaikumsalam.. happy new year saying….” Jawab Intan sahabat dekat

“Oh.. iya saying.. muach.. aku tidur lagi ya ngantuk banget nih…”

“Yups, muach… met bobok. Mumpung bonusan nih jadi aku telephone.hhaha.. bay…
Wassalam..”

“Iya, wa’alaikumsalam warrohmatullahi wabarrokatuh”

Sepertinya kebisingan di waktu-waktu awal 1 Januari tidak pernah berubah, dan untuk kali ini berhasil membuat matanya melek 60 Watt. Bergegaslah Azizah mengambil air wudhu. Dia menikmati basuhan-basuhan air yang menyentuh sebagian tubuhnya dan begitu meresapi. Sedikit dosa-dosa yang dilakukan mulai berjatuhan bersama air yang diusapkan disetiap rukun wudhu. Betapa Baiknya Allah memberi air yang sangat cukup agar manusia dapat menjalankan salah satu syarat sah sholat (bersuci) dengan sempurna, betapa Pemurahnya Rabb menjadikan basuhan air wudhu sebagai pengikis dosa-dosa yang dibuat mulut, hidung, wajah, tangan, sebagian kepala, telinga, dan kaki, betapa Pengasihnya Rabb menjadikan wudhu sebagai penghilang penat, pemadam amarah, fikiran blank, tangis, dan segala macam bad mood, betapa Penyayangnya Rabb menjanjikan sebagian tubuh manusia akan bersinar di akhirat nanti.

Setelah menyelesaikan wudhu dan membaca do’a bergegas ia sholat tahajut.

“Ya Allah Yang Maha Penyanyang, Ampunilah dosa ku, dosa kedua orang tua ku,sayangilah mereka seperti mereka menyanyangi ku di waktu aku tak dapat melakukan apa-apa di waktu kecil dan berikanlah kedudukan yang tinggi untuk mereka di hari akhir nanti. Allah Yang Maha Pengasih, begitu banyak nikmat yang Kau berikan pada ku selama ini, kau selalu membuka pintu kasih dan ampunan padahal aku sering kali lalai dan membangkang atas perintahMu. Ya Tuhan Penguasa Alam.. tiada daya diri ini tanpaMu, tanpa kasih sayangMu yang amat luas. Allah.. Mudahkanlah segala urusanku di dunia maupun di akhirat dan jagalah aku dari hal-hal yang Kau benci, dan jadikan aku salah satu orang yang akan bediri tegak di bawah kibaran bendera Rasulullah di Padang Mahsyar nanti. amien” Setelah melakukan sholat tahajut, Azizah langsung melakukan wittir, yang ditutup dengan salam.

Azizah pun membaringkan tubuhnya kembali di kasur yang empuk, serya bertafakur, dan tiba-tiba tersenyum dan mendadak tertawa,”Hmm.. tahun baru ya ini. Haha….”

Di luar rumahnya masih saja deru suara terompet, kenbang api, dan mercon begitu ramai.

“Dorr… dor… dor….” Kembang api

“Teeteeeee….teeeeetttt……. teerrrtt…. Yeah.. Happy New Year!”
Suara terompet yang diiringi teriakan beberapa remaja di desanya..

“Minggu…..” sejenak terdiam dan melihat kalender yang terpasang di tembok dekat kasurnya…

“Alhamdulillah… “ teriaknya, langsunglah dia melakukan sujud syukur

“Serius Allah?? Alhamdulillah…. Besok itu bertepatan dengan rutinitas istimewa ku” terlihat sangat senang dan wajahnya memerah bahagia karena rutinitas istimewa (……….) bertepatan di hari minggu 1 januari 2011. Disaat semua teman-temannya bahagia dengan hura-hura di pantai, ke waduk, telaga, Jatim Park, bali, dll takjubnya rutinitas yang istimewa itu menebas semua hura-hura itu menjadi gelembung Kasih sayang lebih yang diberikan Allah padaNya setiap 2 hari sekali. Seketika ia langsung menuju dapur dan membuka kulkas, mengambil kue dan mengalirkan beberapa cc air ke tenggorokannya seraya terus bertasbih memuji betapa Allah sangat mencintainya.
Showing posts with label Cerita Pendek. Show all posts
Showing posts with label Cerita Pendek. Show all posts

Wednesday, December 26, 2012

TRAGEDI GIGI TIRUAN EMAS


Pada suatu pagi nenek vivi merasa giginya begitu sakit. Vivi yang saat itu adalah mahasiswa semester 7 pendidikan dokter gigi menyarankan neneknya untuk pergi ke dokter gigi karena sakit karena lubang yang dalam di gigi nenek vivi sudah tidak dapat ditolong lagi bila hanya menggunakan pasta gigi anti plak ataupun pasta gigi anti karies. Pagi itu juga vivi mengantar neneknya ke klinik dokter gigi Syaiful, kebetulan kliniknya masih buka karena belum sampai pukul 07.00.

Dokter syaiful: Selamat pagi Ibu (sambil menyapa dengan ramah, dan menutup kedua tangannya tanpa berjabat tangan). Ada yang dapat saya bantu?

Vivi     : Begini dokter nenek saya ini sudah beberapa hari ini giginya terasa linu dan sakit, ketika saya lihat ternyata lubang di gigi nenek sudah sampai dentin giginya. Saya takut kalau lubangnya semakin dalam giginya patah dan tinggal akar.

Dokter syaiful: Oh.... (mengangguk-angguk). Kalau begitu mari bu saya periksa dahulu.

1,2,3,4,5,6 menit

Vivi: bagaimana dok baiknya? (tanya vivi serius)

Dokter syaiful: begini mbak vivi, ibu.. saya menawarkan dua pilihan. Pilihan pertama adalah gigi nenek mbak vivi yang masih tersisa ditumpat (ditambal), pilihan kedua membuat gigi tiruan. Tapi mohon maaf kalau tumpatan saya tidak berani pakai amalgam, meski amalgam tidak mudah korosi dan terabrasi namun di klinik, saya memakai resin komposit, semen ionomer kaca, porselen dan campuran logam emas.

Vivi: (mengangguk-angguk karena telah tau kelebihan dan kekurangan satu sama lain, dan alasan dokter tidak menggunakan amalgam). Nek (vivi menoleh pada neneknya)

Nenek: nenek ikut kamu saja, Vi. Kamu yang lebih tau. Yang penting gigi nenek ndak sakit lagi dan enak makan.

Vivi: Vivi sarankan nenek buat gigi tiruan saja, lebih kuat dan nantinya ndak bolak balik ke dokter lagi.

Nenek: dokter bisa buat gigi tiruan emas?

Vivi: emas??? (kaget)

Dokter syaiful: InshaAllah bisa ibu, ibu tertarik dengan gigi emas?

Nenek: kebetulan saya orang kaya dokter, dan saya sangat suka dengan emas. Saya ingin terlihat up to date di depan teman-teman arisan manula saya.

Dokter syaiful: boleh ibu.

Vivi: nenek serius mau pake gigi tiruan emas? Jelek nek warnanya.

Nenek: ndak apa jelek yang penting nenek suka. Kapan dok saya bisa dibuatkan gigi emasnya

Dokter syaiful: inshaAllah satu minggu lagi ibu dapat kembali kemari kita lakukan pengecekan pada gigi ibu. Kalau keadaannya memungkinkan untuk dibuatkan gigi tiruan nanti kita atur kapan jadinya dan diaplikasikan.

2 bulan kemudian.......

Nenek Vivi akhirnya dapat memakai gigi tiruannya. GTSL (Gigi Tiruan Sebagian Lepas) berjumlah 3 gigi yang akhirnya dipilih. Pemilihan tersebut beralasan bahwa gigi tersebut dapat disimpan kalau tidak dipakai dan juga dimanfaatkan untuk perhiasan. (***GUBRAK). Teman-teman arisan manula nenek vivi pun pada tertarik dan banyak bertanya tentang kenyamanan, dan harga gigi tiruan tersebut. Mereka tertarik, meski bila dilihat dari segi estetika kurang bagus karena warnanya yang berbeda dengan gigi, tapi ternyata itu menurut nenek-nenek ini gigi emas dapat menunjukkan stratanya di masyarakat.

Nenek Vivi terbilang cukup gaul, bila akhir pekan tiba sering mengajak cucu-cucunya pergi ke mall walau hanya sekedar belanja di supermarket atau mengantar cucu-cucunya bermain di time zone. Pada saat pulang mengajak cucu-cucunya jalan-jalan ke mall. Nenek vivi di hadang perampok yang membawa senjata tajam.

Perampok: Serahkan dompet dan barang berharga kalian! (sambil menyodorkan pisau tajam)

Nenek: saya sedang tidak bawa apa-apa pak perampok, ini hanya kebutuhan pokok

Perampok: halah,,, bohong. Sudah tua sok polos! Ayo mana barang berharga kalian?

Nenek memegang erat kedua cucunya yang membawa belanjaan. Meski perampok memaksa dan mengancam macam-macam nenek tetap berkelit.

Perampok: apa itu kuning-kuning di gigi mu?

Nenek: ini gigi tiruan emas saya.

Perampok menarik tangan nenek dan memaksa nenek melepaskan gigi tiruannya yang berjumlah 3. Dan akhirnya gigi tiruan itu terambil dan perampok pergi begitu saja tanpa melukai nenek dan cucu-cucunya. Dan nenek sangat merasa kehilangan, karena kehilangan perhiasan, kebanggan, dan juga menurunkan fungsi mastikasinya pada makanan.
Hahaha... hanya joke aja:D
Satu hal yang dapat ditarik pelajaran dari joke dia tas bahwa dalam memakai apapun barang yang kita miliki baik itu barang biasa atau kwalitas tinggi pun harus tetap tawadu’. Gunakan apapun barang yang kita miliki dengan menomor satukan fungsinya yang sesuai kebutuhan kita, bukan untuk wah.. wahan dan menghilangkan ketawadu’an. Toh itu semua hanya pinjaman Allah kapan saja bisa rusak bahkan hilang seperti gigi tiruan emas milik nenek.
Semoga bermanfaat..

Tuesday, January 3, 2012

Ku Ingin Menjadi Bunga Sakura



            Sakura, meski ku tak pernah melihatmu secara langsung apa lagi memetik mu, namun aku yakin apa yang ku lihat di tv dan internet sama seperti aslimu, yang indah, elegant, juga begitu cantik. Hayalan ku kali ini membawa ku ke Jepang, dimana disana aku sedang duduk di kursi sendiri di temani laptop cantik ku berwarna pink, di dekat telaga yang begitu indah, dan yang pasti ditemani indahnya warna mu yang begitu aku suka. Iyaaaa.. aku senang sekali warna pink, itu warna kesukaan ku sejak sekolah dasar. Semua yang berhubungan dengan ku pasti warnanya pink, mulai dari cat tembok, baju, aksesoris, kursi kamar, sampai tutup makanan pun warnanya juga pink.

            Sakura, aku punya cerita cinta di facebook. Cerita ku ini bukanlah cerita yang asing juga bukan cerita baru. Ini cerita ku 3 tahun yang lalu, sebelum ku berangan-angan bertemu denganmu. Aku mencintai seorang laki-laki di facebook. Awalnya aku hanya mengaguminya karena kepandaiannya dan kemampuannya dalam berdakwah sangat halus, pembawaan yang sabar, dan tlaten. 1,2,3 bulan berlalu aku hanya mengaguminya, selalu berdo’a agar dia selalu diberi kesehatan supaya dapat aku tanya terus.

            Entah apa gerangan, ternyata diam-diam dia menyukai ku, yang awalnya hanya ngobrol lewat pesan di facebook pun berubah menjadi smsan. Aku tak menyangka jika ini akhirnya terjadi, karena yang aku inginkan dari dia hanya ilmunya namun apa daya setan memperdayakan ku yang akhirnya mendorongku mencintainya. Kisah ini ku tulis dalam notes kecil yang biasanya aku gunakan untuk menghitung soal-soal Fisika karena berjalan cepat. Dia yang awalnya dingin berubah jadi hangat dan ntah mengapa kekaguman ku padanya karena dia yang selalu menjaga jarak dengan wanita, dan cuek tidak akan membalas pesan jika itu hanya basa-basi mendadak menghilang. Dan setan benar-benar menghasutku, melunakkan hati ku hingga aku yang awalnya juga menjaga jarak jadi tak berkutik dan alhasil mencintainya. Hingga percakapan hangat kami berlangsung sekitar 1 bulan.

            Suatu hari dia menelfon ku...

            “Kring... Kring...”

            “Assalamu’alaikum...”

            “Wa’alaikumsalam warrohmatullahi wabarrokatuh.. Ukhti Lina?”

            “Iya, maaf ini siapa?” tanya ku pura-pura tidak tahu karena gugup

            “Ini Ahmad.” Jawabnya dengan begitu lembut

            “Ustadz Ahmad? UIN Malang?”

            Terlintas dibenak ku, ternyata dia yang begitu dingin dalam kata-kata sungguh tak sedingin suaranya yang begitu lembut

            “Eh,, iya Ustadz maaf ada apa?” aku begitu gugub, karena itu kali pertama ku mendengar suaranya, ditambah pula dalam kondisi aku yang baru saja pulang dari sekolah masih mengenakan sragam abu-abu putih.

            “Ukhti sedang repot?”

            “Tidak ustadz, tapi ini baru pulang sekolah!”

            “Oh.. afwan, jika Ukhti berkenan saya ingin menelfon Ukhti ½ jam lagi”

            “Iya, ustadz. Insha Allah.”

            Ku lucuti bajuku, segera sholat dhuhur, dan lari menuju kamar menunggu telephone dari Ustadz Ahmad. Tidak lama kemudian

“Kring.. kring...”

“Assalamu’alaikum...”

“Wa’alaikumsalam warrohmatullahi wabarrokatuh. Bisa saya mulai Ukhti?”

“Inggeh Ustadz monggo..!”

            “Ukhti pernah mendengar hadits “Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim)?”

            “Insha Allah pernah Ustadz. Maaf Ukhti saya benar-benar minta maaf.”

“Minta maaf untuk apa Ustadz??”

“Sepertinya saya selama ini melakukan hal itu!” terdengar suaranya yang keruh, seperti menangis. Hmm.. mungkin memang menangis.”Setan membuat saya lupa, akan tujuan dakwah saya.”

            “Maaf Ustadz, apakah saya telah melakukan kesalahan??” dengan binggung
            “Ukhti, maaf setelah saya memahami lebih jauh ternyata setan membuat saya lupa lewat photo profile”

            Jedddddooooookkkkkkkkk............. tanpa dia bilang, aku tanggap bahwa dia terhasut oleh photo profile ku

            “Demi Allah Ukhti, saya merasa bersalah.”

            Ucapannya yang halus itu seketika menampar hati ku, dan membuat ku teringat dengan sebuah artikel yang intinya bahwa wanita adalah ujian terbesar untuk laki-laki yang bisa jadi menjadi sebab timbulnya fitnah bila tidak mampu menjaga pandangan, begitu halnya dengan wanita, karena kecerdikan setan dalam mengahsut. Cinta ku seketika gugur seperti mu wahai bunga sakura saat musim gugur menyapa mu.

            Hingga aku pun kembali tersadar, segera menuju cermin besar ku dan mengaca.

“Astagfirullahal’adzim...”

Mungkin raut wajah wanita menjadi fitnah dan lwat wajah pula setan menembakkan hasutan-hasutannya di mata laki-laki yang tidak hanya di facebook, YM, atau tweeter. Mungkin juga ini jawaban dari kerisihan ku selama ini karena laki-laki, pembawaan ku yang kalem, familiar, dan juga murah senyum membuat ku rawan sekali digoda. Aku sering kali dilanda kebinggungan dalam mengambil sikap bila berhubungan dengan kaum laki-laki dalam suatu organisasi, diskusi, bertegur sapa dijalan, dll.

            Sempat ku bertanya pada kakak ku

            “Kak, ada ndak larangan bertegur sapa dan senyum pada non mahram?”
            Kakak ku bilang,”Dalil dari mana, Dek? Ya ndak adalah, yang ada itu menundukkan atau menjaga pandangan. Senyum itu sodaqoh, dengan senyum akan mempererat silaturahmi!”

            Hmm.. Itu membuat ku lebih jaga jarak dengan laki-laki non mahram, wahai sakura. Niatan ku tak lebih hanya ingin berbagi kebahagiaaan dengan senyuman, hanya ingin mempererat silaturahmi dengan keakraban (familiar), dan hanya berusaha menjaga akhlak dengan kelembutan tutur kata..

            “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nur: 31)

            Dan ku berusaha sepertimu wahai Sakura, tetap indah tanpa ada yang merusakmu karena mereka yang ada disekitarmu selalu menjagamu.....

Sunday, January 1, 2012

Kembali Semangat





Pagi yang indah..
Hmm... pastinya, terlebih saat matahari masuk gorden, menembus kaca jendela dan saat membuka jendela kamar yang muncul dalam fikiran adalah kekaguman akan indahnya pagi yang asri tanpa polusi jauh jika dibanding dengan lingkungan kos meski sama-sama dekat sawah. Saat menatap langit dan melihat burung-burung yang sedang terbang, sesekali pula melihat laron yang terbang setelah kemarin seharian penuh diguyur hujan deras, juga melihat ayam milik bapak dari atas yang begitu senang berlarian,hehe. Bila menengok ke arah selatan, terlihat gunung tanggul, gunung kowor, dan gunung-gunung lain yang berbaris, berjajar menjadi benteng air samudra hindia agar aku, keluarga ku, dan orang-orang yang aku sayangi tetap terjaga dan terus mencari perbekalan yang cukup sebelum semua cerita bumi ini berakhir. Sube’hanallah. Semakin meyakinkan ku bahwa Allah Maha Lembut..

“Devy... tidur lagi?” suara Ibuk dari bawah

“Gak Buk, lagi belajar”

“Oh ya sudah, kalau udah selesai cepet turun dan nyapu!”

“Iya Buk..!” jawab ku

Terlihat teriak-teriak karena ibuk, bapak, dan adik-adik ku tinggal di bawah sedangkan ruangan atas hanya ada 1 kamar yang dibuat 13 tahun yang lalu khusus untuk ku yang memang senang sekali dengan alam.

Mbak, Filenya udah aku kirim
Tolong emailnya di check, kalau belum nanti sms ya

Sms dari Alfin sahabat ku. Dan ku pun membuka laptop, memasang modem, dan membuka email.

“Ting..” suara Yahoo messenger yang memberi isyarat ada beberapa pesan masuk
Ku buka inbox, dan ku lihat ternyata ada 13 pesan. Campur-campur ada notification facebook, respons aplication, pesan dari teman-teman, dll banyak banget. Cepat-cepat deh ku download, dan setelah selesai mengambil tugas, semua aku exit, laptop aku shut down. Dan turun untuk menyapu dari ruang tamu sampai dapur, dan tiba-tiba ada sms masuk lagi. Ku ambil hp yang sengaja aku taruh dalam almari buku, karena agak malas ngrespon beberapa pesan yang sering masuk dari orang yang mayoritas laki-laki yang tidak aku kenal.

Mbak, aku ingin curhat

“Rahma.. hmm.. ada apa lagi dengan dia?” tanya ku dalam hati

Iya, ada apa Ma? (aku)

Mbak, aku telephone aja ya. Kelamaan kalau sms (rahma)

Yups, okey deh ^_^ (aku)

Telephone pun berbunyi, kebetulan lagunya “Joget Berhibur by Siti Nurhalizah” lalu aku angkat.

“Hallo, Assalamu’alaikum..” sapa Rahma

“Wa’alaikumsalam warrohmatullahi wabarrokatuh”

“Mbak, nanti ya aku curhatnya ini di suruh mama beli sesuatu”

“Okey deh, hehe.. ntar sms ya!” jawab ku

“Iya, insha Allah.. Assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumsalam warrohmatullahi wabarrokatuh”

           Kadang ku memandang kehidupan ini begitu unique, ada hal-hal yang sepertinya sengaja diberitahukan pada ku sebelumnya sehingga rasanya tidak asing dengan sesuatu yang terjadi dan yang akan terjadi seperti halnya kisah pagi ini. Ntahlah aku sendiri juga tidak tahu, yang jelas yang masih aku syukuri sampai detik ini adalah kebahagiaan yang selalu menyelimuti hati ku.

Teringat saat kemarin, seharian penuh hujan deras namun tak menyurutkan semangat muda-mudi bahkan orang tua yang merayaakan Tahun Baru di pantai yang situasinya melebihi ramainya Hari Raya Idhul Fitri karena jalan amat macet, motor tak putusnya seperti tali mau nyebrang jalan aja sulitnya minta ampun. Aku yang seharian hanya tidur karena lelah yang menumpuk effect dari 2 malam begadang di acara Taruna Melati IPM dan subuh izin pulang duluan karena mau memantapkan materi buat ujian.

“Mas, izin pulang!”

“Kenapa pulang, hari ini masih ada penjelajahan!” kata Mas ketua PD IPM Tulungagung, Mas Candra

“Mau ujian, semua kwitansi udah aku kasihne mbak Fita!”

“Oh.. ya udah..”

“Assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumsalam warrohmatullahi wabarrokatuh” jawab mas candra

5 jam sejak jam 7.30 pagi aku tidur, bangun-bangun sudah jam 12.30 dan suara motor di jalan semakin ramai padahal hujan begitu deras.

“Devy... Udah sholat?” tanya ibuk dari luar pintu kamar

“Astagfirullah.. aku baru ingat bahwa sejak pagi aku tidur, rasanya udah sore. Belum Buk”

“Sholat.. keburu waktunya habis”

“Iya..” jawab ku

Setelah itu tak terasa jam 14.30

“Mbak Ngaji?” tanya Amalia adik ku yang sekarang kelas 3 di SD

“Iya, udah adzan to?” tanya ku

“Belum”

“Cepet mandi sana! Mau nebeng lagi kan? Cepet mandi!”

“Masih hujan”

“Apa hubungannya sama hujan hayo? Cepet mandi! Aku apa kamu dulu?” tanya ku

“Ya udah aku dulu” jawab adik ku

Akhirnya aku sendiri yang akhirnya berangkat, karena hujan masih sangat deras dan ternyata Madrasah Diniyah di Masjid libur. Ku gayuh sepedah mini jadul ku, yang dihadiahkan ortu saat aku kelas 4SD yang masih di rawat oleh bapak ku. Ku gayuh dengan pelan, sambil memegang payung menuju masjid.

“Alhamdulillah.. Belum Iqomat”
Cepatlah aku parkir dan sholat Ashar berjamaah.

Setelah ku nikmati Dzikir panjang, ternyata di shof laki-laki guru ngaji ku telah menunggu. Beliau adalah Ustadz. Samangun, S.ag guru ngaji SD ku, yang sempat break 5 tahun dan aku minta ngajar ngaji lagi semenjak aku naik kelas XII SMA. Beberapa bulan lalu beberapa teman ku di Remaja Masjid juga mengaji tapi sekarang tinggal aku yang mengaji pada beliau karena mereka repot kuliah dan sebagian lagi jadi Ustadah di Madrasah Diniyah. Ustadz. Samangun, S.ag telah pensiunan guru agama di SD dekat rumah ku. Beliau adalah rujukan permasalahan-permasalahan agama teman-teman seprofesinya saat masih jadi guru agama, juga orang-orang di desa ku salah satunya aku karena pembawaan beliau yang tenang, sederhana, lembut, hati-hati, dan tlaten serta keilmuan beliau yang selalu merujuk pada Al Quran dan Assunah dan sedikitpun tidak mencampur adukkan Aqidah dengan adat kejawen yang mendarah daging dilingkungan masyarakat. Beliau menginspirasi ku bahwa point penting dari kehidupan ini adalah Sabar, Iman, dan Takwa.

            Yang selalu beliau kataakan adalah

“Yang harus selalu kita ingat bahwa dunia ini adalah perjalanan, kita diberi kesempatan di sini agar mencari perbekalan untuk kehidupan yang lebih kekal. Bukan malah terseret pada kesenangan yang pada dasarnya singkat dan sementara ini” ulas beliau

Beberapa minggu lalu saat mendengar rintihan ku yang tak sehebat banyak wanita di luar sana, yang belajar di Pondok sejak kecil, kulah di Al Azhar, atau wanita-wanita yang sudah sejak bayi dibesarkan dalam lingkup agama yang kental misal anak Kyai. Mungkin ini rintihan yang muncul imbas dari facebook. Karena teman ku di facebook kebanyakan anak Pondok, dan juga anak yang kuliah menekuni agama.

“Hidup itu harus selalu disyukuri apa pun itu, Allah memberi Mbak Devy jalan hidup seperti ini bukan tanpa alasan. Kalau ilmu agamnya dikit kan jadinya terus ngaji. Dapat sedikit segera praktikkan, dapat sedikit dipraktikkan, supaya ndak lupa. Allah itu Maha Mengerti”

Dari situlah membuat ku semangat kembali hingga pagi ini, Semoga Allah Tetap Mengingatkan ku yang masih mencari-cari ilmu ini lewat orang-orang yang Dia beri amanah. amien..

Friday, December 30, 2011

Hadiah Istimewa di Awal 2012





            
        Tahun baru, hmm… dari tahun ke tahun tak ada yang berbeda juga tidak istimewa untuk Azizah. Mungkin karena dia tak begitu berantusias seperti teman-temannya yang lain dalam menanggapi datangnya pergantian tahun.

Reuni XH hari sabtu jam 7 d rumahe Riza (simpang lima, utara masjid)
Tolong konfirmasi…
Makasih..

All Fitmay ayok kita sambut pergantian tahun 2011 ke 2012 dengan acara BAKARAN
Yang akan diadakan di rumah Icca
Pada tgl 31 Des dan di mulai setelah MAGRIB
#Sebarkan yang lain
NB: ditunggu konfirrmasinya
Secepatnya!
Thx ^_^

Hy teman…
Malam minggu tggal 31/12/11 kan mlm tahun baru, jd di rmh aq ada acara.
Dtg yahh, acara kecil2an lahh cma acara bakar2, jam 8 mlm smpe slesai
Blh ajak pacar, adek, tmn2, zodara rme2 dtg ke rumah q yeacchh.
Ndag usah bawa  apa2.

            Sms-sms itu masuk di inbox Azizah seminggu yang lalu, belum lagi yang ucapan selamat tahun baru yang udah dicicil sejak kemarin. Tapi tak ada satupun rencana untuk menghadiri acara-acara itu. Baginya tahun baru tak ada istileh istimewa, jikalau teman-temannya selalu bilang

“Tahun baru so menjadi pribadi yang baru yang lebih baik”

Tapi bagi Azizah menjadi pribadi baru yang lebih baik tidak harus dikhususkan di tanggal 1 Januari pukul 00.00.

Saat pukul 00.00 tiba

“Tooooooooooottttttttttttttttt………. Toooooooooooooooottttttttttttt……….”

“Duar… duuuuuuuaaaaaarrrrrrrrrrrr……….. duar… duarr……”

“Doorrrrr….. dorr….. dor………….”

Yah itulah suara trompet, kembang api, dan mercon yang mengusik tidurnya di malam itu.

“Allah… apa-apaan ini” sambil membuka mata, dan menyibakkan selimut yang menghangatkan tubuhnya malam itu.

“Duar…. Dor… dor….”

“Tit..tit..tit” nada sms muncul dari hp nya. Azizah, masih setengah sadar meraba-raba kasurnya seraya mencari hp dan membuka inbox:

Happy New Year, semoga di tahun yang baru semua makin baik.

Surat keputusan No:01/01/2012
Tentang permohonan maaf, meninbang begitu banyak nya dosa yang pernah dibuat
Mengingat semua khilaf dan salah yang pernah terjadi selama ini
Happy New Year Sobat

Sobat, tahun baru kumis ku baru lo…
HAHAHA.. Happy New Year pokoknya

Ntah berapa puluh sms yang masuk di inbox hp nya, karena banyaknya sms Azizah langsung meng exit, dan bersiap tidur kembali.

“Lir.. ilir.. lir.. ilir.. tandure wong sumilir.. tak ijo royo-royo tak sambut kemanten anyar…..” Hp miliknya berbunyi lagi namun kali ini nada telepon yang berbunyi

“Allah… aku ngantuk” gerutunya sambil kembali mencari handphone yang dia lempar ke bawah dekat kakinya, dan dia pun akhirnya bangun dan duduk dengan wajah hancur karena baru tidur.

“Assalamu’alaikum…” sapanya

“Wa’alaikumsalam.. happy new year saying….” Jawab Intan sahabat dekat

“Oh.. iya saying.. muach.. aku tidur lagi ya ngantuk banget nih…”

“Yups, muach… met bobok. Mumpung bonusan nih jadi aku telephone.hhaha.. bay…
Wassalam..”

“Iya, wa’alaikumsalam warrohmatullahi wabarrokatuh”

Sepertinya kebisingan di waktu-waktu awal 1 Januari tidak pernah berubah, dan untuk kali ini berhasil membuat matanya melek 60 Watt. Bergegaslah Azizah mengambil air wudhu. Dia menikmati basuhan-basuhan air yang menyentuh sebagian tubuhnya dan begitu meresapi. Sedikit dosa-dosa yang dilakukan mulai berjatuhan bersama air yang diusapkan disetiap rukun wudhu. Betapa Baiknya Allah memberi air yang sangat cukup agar manusia dapat menjalankan salah satu syarat sah sholat (bersuci) dengan sempurna, betapa Pemurahnya Rabb menjadikan basuhan air wudhu sebagai pengikis dosa-dosa yang dibuat mulut, hidung, wajah, tangan, sebagian kepala, telinga, dan kaki, betapa Pengasihnya Rabb menjadikan wudhu sebagai penghilang penat, pemadam amarah, fikiran blank, tangis, dan segala macam bad mood, betapa Penyayangnya Rabb menjanjikan sebagian tubuh manusia akan bersinar di akhirat nanti.

Setelah menyelesaikan wudhu dan membaca do’a bergegas ia sholat tahajut.

“Ya Allah Yang Maha Penyanyang, Ampunilah dosa ku, dosa kedua orang tua ku,sayangilah mereka seperti mereka menyanyangi ku di waktu aku tak dapat melakukan apa-apa di waktu kecil dan berikanlah kedudukan yang tinggi untuk mereka di hari akhir nanti. Allah Yang Maha Pengasih, begitu banyak nikmat yang Kau berikan pada ku selama ini, kau selalu membuka pintu kasih dan ampunan padahal aku sering kali lalai dan membangkang atas perintahMu. Ya Tuhan Penguasa Alam.. tiada daya diri ini tanpaMu, tanpa kasih sayangMu yang amat luas. Allah.. Mudahkanlah segala urusanku di dunia maupun di akhirat dan jagalah aku dari hal-hal yang Kau benci, dan jadikan aku salah satu orang yang akan bediri tegak di bawah kibaran bendera Rasulullah di Padang Mahsyar nanti. amien” Setelah melakukan sholat tahajut, Azizah langsung melakukan wittir, yang ditutup dengan salam.

Azizah pun membaringkan tubuhnya kembali di kasur yang empuk, serya bertafakur, dan tiba-tiba tersenyum dan mendadak tertawa,”Hmm.. tahun baru ya ini. Haha….”

Di luar rumahnya masih saja deru suara terompet, kenbang api, dan mercon begitu ramai.

“Dorr… dor… dor….” Kembang api

“Teeteeeee….teeeeetttt……. teerrrtt…. Yeah.. Happy New Year!”
Suara terompet yang diiringi teriakan beberapa remaja di desanya..

“Minggu…..” sejenak terdiam dan melihat kalender yang terpasang di tembok dekat kasurnya…

“Alhamdulillah… “ teriaknya, langsunglah dia melakukan sujud syukur

“Serius Allah?? Alhamdulillah…. Besok itu bertepatan dengan rutinitas istimewa ku” terlihat sangat senang dan wajahnya memerah bahagia karena rutinitas istimewa (……….) bertepatan di hari minggu 1 januari 2011. Disaat semua teman-temannya bahagia dengan hura-hura di pantai, ke waduk, telaga, Jatim Park, bali, dll takjubnya rutinitas yang istimewa itu menebas semua hura-hura itu menjadi gelembung Kasih sayang lebih yang diberikan Allah padaNya setiap 2 hari sekali. Seketika ia langsung menuju dapur dan membuka kulkas, mengambil kue dan mengalirkan beberapa cc air ke tenggorokannya seraya terus bertasbih memuji betapa Allah sangat mencintainya.
 

Rainbow Story Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea